bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Mengubah Staycation Menjadi Self - Discovery, Seperti ini caranya!

Client Story, Mindfulness, Self-Healing, Mental Wellness, Anxiety Disorder, Staycation & Healing Trip

Bagi sebagian orang, staycation hanya dianggap waktu untuk tidur lelap, menikmati berbagai fasilitas hotel, atau sekadar melarikan diri dari rutinitas sehari-hari. Namun, bagi Anda yang sedang dalam perjalanan untuk mengenali diri lebih dalam, menjaga kesehatan mental, atau menyembuhkan luka emosional, staycation sebenarnya dapat menjadi tempat penyembuhan yang sangat bermanfaat.

Beragam studi dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa saat seseorang menjauh dari rutinitas harian, sistem saraf dapat menjadi lebih tenang, sehingga proses refleksi diri dan pemulihan emosional menjadi lebih efektif. Dengan perencanaan yang baik dan kesadaran yang penuh, staycation bisa menjadi momen yang mengubah cara pandang Anda terhadap diri sendiri.

Artikel ini mengupas tentang bagaimana menjadikan staycation sebagai lebih dari sekadar liburan: melainkan sebagai waktu yang tepat untuk Self-Discovery dan penyembuhan emosional.

1. Pilihlah tempat yang membuat ketenangan.

Memilih lokasi untuk staycation bukan hanya tentang menemukan tempat yang nyaman atau cocok untuk foto-foto, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana lingkungan tersebut berpengaruh terhadap sistem saraf, perasaan atau emosi, dan kualitas pemulihan pada mental. Dalam konteks penyembuhan diri atau self-healing, kondisi lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap keadaan mental seseorang, karena otak manusia cepat merespons suasana disekitar (cahay, warna,, suara, aroma, ruang ). Penelitian di bidang psikologi, lingkungan menunjukkan bahwa area yang tenang dan tersusun rapi, dan minim gangguan dapat mengurangi aktivitas sistem saraf simpatik, bagian otakk yang menyebabkan seseorang merasa tertekan dan meningkatkan kerja sistem saraf parasimpatik. yang bertanggung jawabatas rasa aman, rileks dan pemulihan.

Oleh karena itu, saat memilih tempat untuk staycation, penting untuk mengutamakan lokasi yang dapat memberikan perasaan damai sejak Anda masuk ke dalamnya. Pilihlah lokasi yang menawarkan sensasi ruang yang luas, cahaya alami, sirkulasi udara yang baik, aroma yang netral atau menenangkan, serta warna-warna lembut seperti hijau, krem, biru, atau warna bumi. Pilihan warna dan desain ruang memiliki pengaruh besar pada kondisi emosional individu

Selain itu, perhatikan juga tingkat kebisingan. Suara yang mengganggu seperti suara kendaraan, pengeras suara. Pilihlah lokasi yang agak jauh dari keramaian. Suasana yang tenang memberikan peluang bagi pikiran untuk memasuki tahap istirahat yang dalam, yang merupakan kondisi penting untuk memproses emosi dan melakukan refleksi diri.

Faktor alam pun juga sangat krusial. Jika memungkinkan , pilihlah lokasi yang memiliki akses terhadap alam, seperti panorama gunung, pohon-pohon, padang rumput, atau bahkan suara aliran air. Banyak penelitian terdahulu menjelaskan bahwa alami dapat mengurangi stress fisik, mempercepat pemulihan emosional dan meningkatkan konsentrasi. Hanya dengan melihat pemandangan hijau dari jendela, seseorang dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki suasana hati. ( Viewing Nature Improves Mood and Relaxation )

2. Dalam era yang serba modern ini, kebisingan dari dunia digital telah menjadi salah satu penyebab utama stres yang secara tidak disadari merusak kesehatan mental kita. Notifikasi yang tiada henti, pesan yang selalu berdatangan, tuntutan untuk selalu responsif, serta tekanan sosial dari platform digital membuat otak kita berada dalam keadaan waspada hampir sepanjang waktu. Setiap kali ponsel kita berbunyi, ada notifikasi baru, atau kita mengecek media sosial, sistem saraf simpatik bagian yang mengatur respons 'melawan atau lari ( fight or flight )'  kembali terstimulasi. Ketika situasi ini terjadi berulang kali, otak kehilangan kemampuannya untuk mencapai tingkat istirahat yang dalam, yang akhirnya mengakibatkan meningkatnya stres, menurunnya fokus, dan terganggunya pengaturan emosi. Oleh karena itu, menjauhkan diri dari kebisingan digital kini menjadi sebuah keharusan psikologis yang penting dalam proses penyembuhan diri, terutama saat menjalani waktu istirahat di rumah.

Beberapa penelitian menjelaskan bahwa terlalu banyak paparan layar dan notifikasi digital dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol, mengurangi kualitas tidur, serta mengganggu kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dengan cara yang sehat. Penelitian di bidang psikologi kognitif menyatakan bahwa setiap gangguan digital, meskipun hanya berlangsung beberapa detik, dapat menyebabkan attention residue, sisi perhatian yang mengganggu konsentrasi pada aktivitas saat ini. Penumpukan gangguan kecil ini membuat otak menjadi cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih rentan terhadap overstimulasi emosional. 

Memutuskan hubungan dari kebisingan digital selama staycation berlangsung, berarti memberikan kesempatakan kepada otak untuk Kembali ke ritme yang natural, ritme yang lebih lambat dan stabil. Saat ponsel di non aktifkan atau dijauhkan, maka tubuh akan mengalami penurunan aktivitas saraf simpatik dan pengingkatan aktivitas saraf parasimpatik. Kondisi inilah yang memungkinkan proses penyembuhan emosional bekerja dengan optimal.

3. Lakukan Journaling Sebagai Refleksi

Banyak studi psikologi modern menunjukkan bahwa journaling, terutama expressive writing (menulis ekspresif tentang perasaan dan pengalaman emosional), memiliki efek yang nyata terhadap kesehatan mental dan proses penyembuhan emosional. Dalam penelitian yang dilakukan dengan desain eksperimen kuantitatif, expressive writing terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada mahasiswa setelah intervensi menulis secara terstruktur dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang menunjukkan peningkatan keterampilan mengelola perasaan dan respons emosional yang lebih adaptif setelah melakukan journaling secara konsisten. ( jurnal rujukan )

Selain itu, riset di bidang psikologi klinis telah lama meneliti teknik expressive writing yang dipopulerkan oleh James W. Pennebaker dan rekan-rekannya, yang menemukan bahwa menulis tentang pengalaman emosional yang mendalam dapat membantu individu memproses pengalaman sulit, mengurangi beban stres, serta memperbaiki kesejahteraan psikologis dan bahkan fisik dalam jangka panjang. ( Jurnal Rujukan )

Saat Staycation cobalah 3 tipe journaling

a. Morning Mind Dump : Tulis semua pikiran yang muncul dikepala anda tanpa terkecuali
b. Self Discovery Questions : 
  • Apa yang sebenarnya membuatku lelah akhir-akhir ini?
  • Nilai apa yang selama ini kuabaikan?

  • Siapa diriku ketika tidak sedang berperan untuk orang lain?

c. Gratitude Wraiting : Tuliskan 5 hal yang anda syukuri di tempat staycation ini.

Dari ketiga point tersebut jika dikerjakan dengan baik, akan ada dampak untuk diri menjadi lebih baik.

Post a Comment

Followers