bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Anxiety Disorder: Ketika Pikiran Terus Waspada dan Tubuh Lupa Cara Tenang

Anxiety Disorder, Anxiety & Trauma, Mental Health, Mindfulness, mental wellness

Pendahuluan : Saat Kecemasan tidak lagi sekedar perasaan 

Setiap orang pasti pernah merasakan cemas. Rasa cemas bisa muncul sebelum ujian, wawancara kerja, atau ketika menghadapi situasi yang tidak menentu. Dalam batas tertentu, kecemasan dapat mendorong kita untuk lebih waspada dan siap menghadapi tantangan.

Namun, bagaimana jika kecemasan itu terus-menerus ada? apa yang terjadi jika pikiran kita selalu dalam keadaan siaga, tubuh tidak pernah rileks, dan perasaan aman menjadi sesuatu yang langka? di sini lah kecemasan tidak lagi berperan sebagai sinyal yang sehat, tetapi menjadi Gangguan Kecemasan suatu kondisi di mana pikiran terus terjaga dan tubuh menjadi tidak mampu untuk relax.

Artikel ini akan membantu Anda memahami gangguan kecemasan secara komprehensif: mulai dari pengertian, tipe, tanda-tanda, penyebab yang mendalam, hingga langkah-langkah pemulihan yang bisa diambil secara bertahap dan manusiawi.

Apa itu Anxiety Disorder ?

Anxiety Disorder atau juga dikenal sebagai gangguan kecemasan adalah kondisi psikologis seseorang Ketika mengalami rasa takut, kekhawatiran, atau juga tegang berlebihan, menetap, dan sulit untuk dikendalikan, sehingga kehidupan sehari hari terganggu.

Berbeda dengan kecemasan pada umumnya, Anxiety disorder :
  • Tidak memiliki pemicu yang jelas
  • Bertahan dalam Waktu yang cukup lama ( bulanan bahkan bisa tahunan )
  • Menyebabkan seseorang penderitaan emosional an fisik
  • Aktivitas terbatas, relasi, dan tentunya kualitas hidup

Menurut DSM 5 ( Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders ), gangguan kecemasan termasuk dalam kategori gangguan mental yang menyertakan rasa takut dan cemas yang berlebihan atau terlalu tinggi serta perilaku atau tindakan penghindaran.

Yang biasanya sering keliru dipahami oleh banyak orang, anxiety disorder bukanlah tanda lemah mental, buka pula tanda kurangnya iman dan bukan juga " kurang bersyukur ". Ini adalah masalah rumit yang melibatkan pemikiran, system saraf, perasaan, dan pengalaman hidup.

Jenis Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat muncul dalam beberapa jenis, dan setiap jenis memiliki ciri tersendiri :

1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Ditandai dengan munculnya kekhawatiran yang berlebihan mengenai banyak hal sekaligus, yang terjadi hampir setiap hari selama setidaknya enam bulan.

Ciri khasnya adalah :

Overthinking Kronis

Pada seseorang yang terkena GAD, pikiran bekerja dalam kondisi antisipasi berlebihan. sebagai contoh :
  • Bagaimana kalau nanti saya gagal ? 
  • Bagaimana jika nanti saya sakit ?
  • Bagaimana nanti jika orang lain kecewa ?
  • Bagaimana jika nanti saya salah ambil keputusan ?
Pola seperti ini disebut catastrophizing, yaitu seseorang kecendrungan membayangkan hal hal yang buruk, bahkan sebelum ada tanda bahaya yang nyata.

Sulit Untuk Merasa Tenang

Seseorang dengan GAD sering sekali mengalami kondisi " Tidak ada masalah, tetapi tidak bisa tenang ". Hal ini terjadi dikarenakan :
  • Sistem saraf berada di kondisi hyperarousal
  • Tubuhnya terus bersiap menghadapi ancaman
  • Rasa keamanan dalam dirinya tidak terbentuk
Akibatnya adalah " saat liburan tidak terasa santai, waktu istirahatnya justru diisi dengan kecemasan yang berlebihan, saat kondisi baik-baik saja muncul rasa tidak nyaman ".

Tegang Otot 

Ciri khas pada fisik seseorang GAD adalah ketegangan otot yang secara berkepanjangan terutama pada, leher, bahu, rahang, punggung dan perut. Banyak dari penderita GAD tidak sadar bahwa tubuhnya selalu tegang dan merasa letih tanpa aktivitas yang berat.

Mudah Merasa Lelah Secara Mental dan Emosional

Karena pikiran dipaksa terus untuk bekerja, sehingga orang dengan GAD sering mengalami " Kelelahan walaupun tidak banyak melakukan aktivitas fisik, Brain Fog, sulit dalam mengambil keputusan, dan cepat merasakan kewalahan ". Yang melelahkan bagi seseorang GAD bukanlah situasi dalam hidupnya, akan tetapi proses berpikir yang tidak henti.

Gangguan dalam Tidur

Untuk mendapatkan kondisi tidur yang berkualitas bagi penderita GAD sangatlah sulit, hal ini dikarenakan :
  • Pikiran sulit dialihkan
  • Kekhawatiran muncul lebih kuat
  • Fisik tetap tegang mesikup merasa lelah
Pola yang sering terjadi adalah " kesulitan dalam memulai tidur, terbangun di tengah malam, tidur namun tidak merasa pulih ".

2. Panic Disorder

Panic Disorder merupakan jenis gangguan kecemasan yang ditandai oleh terjadinya serangan panik yang sering dan tidak terduga, serta disertai rasa takut yang sangat besar akan serangan yang akan datang berikutnya.

Apa yang membuat panic disorder sangat melelahkan bukan hanya serangan panik yang dialami, tetapi juga:

  • Kekhawatiran akan terjadinya serangan panik itu sendiri

  • Waspada yang berlebih terhadap sensasi tubuh
  • Menghindari lokasi atau situasi tertentu
Apa itu Serangan panik ? : Serangan panik terjadi ketika rasa takut muncul dengan sangat kuat, datang secara tiba-tiba, mencapai titik tertinggi dalam beberapa menit, dan kemudian mulai hilang.

Mengapa Serangan panik itu nyata ? : Karena yang berfungsi adalah sistem saraf simpatik (melawan atau melarikan diri), yang merupakan sistem biologis kuno yang fungsinya adalah menyelamatkan hidup dan menyiapkan tubuh menghadapi bahaya.

Namun pada kasus Panic Disorder adalah " Tidak ada bahaya yang benar terjadi, namun sistem saraf darurat tetap aktif ".

3. Social Anxiety Disorder

Rasa takut yang berlebihan terhadap keadaan sosial disebabkan oleh ketakutan akan penilaian, rasa malu, atau penolakan. contonya adalah " Khawatir saat berbicara di depan banyak orang, muncul kecemasan saat berkenalan dengan orang baru, dan menghindari keterlibatan social.

4. Specific Phobia

Ketakutan yang tidak rasional terhadap benda atau kondisi spesifik, seperti: Ketinggian, hewan tertentu, suntikan, dan ruang sempit

Gejala Anxiety Disorder : Fisik, Emosi, dan Pikiran

Gangguan kecemasan atau Anxiety disorder tidak hanya terbatas pada pikiran. Kondisi ini juga dapat dirasakan oleh tubuh.

Gejala Fisik
  • Jantung berdebar
  • Nafas terasa sesak atau nafas pendek
  • Tegangnya oto leher, bahu, rahang
  • Gangguan Pencernaan
  • Keringat berlebihan
  • Pusing atau gemetar
Gejala Emosional
  • Rasa takut yang berlebihan
  • Gelisa tanpa sebab yang jelas
  • Mudak panik
  • Merasa tidak aman
Gejala Pikiran
  • Overthinking
  • Sulit fokus
  • Pikiran " bagaimana jika..."

Penyebab Kecemasan

Faktor Biologis
  • Sistem saraf yang terlalu sensitif
  • Riwat keluarga
  • Ketidakseimbangan pada neurotransmiter
Faktor Psikologis
  • Pola pikir negatif
  • Trauma Emosional
  • Perfeksionisme
Faktor Pengalaman hidup
  • Pengalaman masa kecil yang kurang aman
  • Lingkungan yang penuh tekanan
  • Peristiwa Traumatis
  • Pola asuh

Bagaimana Kecemasan Terbentuk dalam Alam Bawah Sadar ?

Banyak perasaan cemas muncul bukan dari apa yang terjadi sekarang, melainkan dari kenangan emosional di pikiran bawah sadar. Otak menyimpan pengalaman yang menyakitkan dengan pesanIni berbahaya, hindari agar tidak terjadi lagi. ”

Permasalahannya adalah, otak tidak selalu bisa membedakan antara ancaman yang nyata dan yang hanya ada dalam imajinasi. Sebagai hasilnya, tubuh merespons seperti sedang menghadapi bahaya, walau sebenarnya hanya sedang memikirkan sesuatu.

Peran pikiran, Ego, dan Sistem Saraf

Pikiran membuat narasi, Ego Menjaga control, dan system saraf menjalankan respons. Ketika sistem saraf terlalu lama dalam keadaan melawan atau melarikan diri, tubuh tidak bisa menggunakan mode istirahat dan mencerna.

Post a Comment

Followers