Client Story, Mindfulness, Self-Healing, Mental Wellness, Anxiety Disorder, Staycation & Healing Trip
Endorfin, Stres, dan Kesejahteraan: Sains di Balik Cara Tubuh Menjaga Mood
Pernahkah Anda merasakan suasana hati Anda langsung membaik setelah tertawa, berolahraga, atau hanya sekadar berada di alam? Di balik perubahan emosi itu, tubuh kita mengalami reaksi biologis melalui zat kimia alami yang dikenal sebagai endorfin. Endorfin tidak hanya merupakan istilah yang sering terdengar di bidang kesehatan mental, melainkan juga merupakan komponen penting dalam sistem tubuh yang berfungsi untuk mengatasi stres, emosi, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Artikel ini akan membahas cara kerja endorfin, keterkaitannya dengan stres, serta fungsinya dalam mendukung kesehatan mental dan emosional seseorang.
Apa itu Endorfin ?
Endorfin merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh sistem saraf pusat dan kelenjar pituitari. Dalam istilah yang lebih sederhana, endorfin berperan sebagai pereda nyeri alami serta membantu mengatur emosi. Istilah “endorfin” sendiri berasal dari kombinasi kata endogenous (yang dihasilkan di dalam tubuh) dan morphine (zat yang meredakan rasa sakit).
Ketika dilepaskan, endorfin berfungsi dengan cara berikatan dengan reseptor opioid di otak, sehingga bisa mengurangi rasa sakit dan menciptakan perasaan nyaman, tenang, atau bahkan bahagia. Itulah sebabnya endorfin sering kali dijuluki “hormon kebahagiaan”, meskipun dalam prosesnya, ia bekerja bersama hormon lainnya seperti dopamin dan serotonin.
Stress dan Dampaknya Terhadap Tubuh
Stres merupakan reaksi alami tubuh terhadap tekanan atau bahaya. Dalam batas tertentu, stres dapat dianggap positif karena membantu kita tetap waspada dan siap untuk bertindak. Namun, stres yang berlangsung lama atau kronis dapat memberikan efek buruk pada fisik dan mental kita.
Saat stres muncul, tubuh mengaktifkan sistem pertahanan ( fight or flight )dengan melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Jika keadaan ini berlanjut tanpa cukup waktu untuk pulih, seseorang berisiko mengalami masalah tidur, kecemasan yang berlebihan, kelelahan emosional, bahkan gangguan psikosomatik. Di sinilah peran endorfin sangat penting sebagai penyeimbang alami terhadap stres.
Hubungan Endorfin dan Stress
Endorfin berperan sebagai alat perlindungan tubuh ketika dihadapkan pada tekanan atau nyeri, baik yang bersifat fisik maupun emosional. Ketika tubuh mengalami stres, produksi endorfin cenderung meningkat untuk membantu meredakan ketegangan serta meminimalkan efek buruk dari stres.
Namun, pada orang yang mengalami stres berkepanjangan, sistem ini bisa menjadi kurang efektif. Tubuh sering berada dalam keadaan waspada, sehingga keseimbangan hormon menjadi terganggu. Hal ini mengakibatkan pelepasan endorfin tidak berfungsi dengan baik, dan individu tersebut menjadi lebih rentan terhadap perubahan suasana hati, kelelahan mental, atau perasaan kosong.
Inilah sebabnya mengapa pengelolaan stres yang baik tidak hanya berkaitan dengan “berpikir positif”, tetapi juga tentang mendukung sistem biologis tubuh agar berfungsi secara optimal.
Endorfin dan Kesehatan Mental
Kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh aspek psikologis, tetapi juga oleh proses biologis yang terjadi di dalam tubuh. Endorfin berperan dalam:
- Meningkatkan Mood dan kebahagiaan
- Mengurangi kecemasan dan ketegangan emosional
- Mendukung kualitas tidur dan energi
- Meningkatkan daya tahan terhadap tekanan hidup
========================================================================
The impact of exercise on depression: how moving makes your brain and body feel better
Ulasan ini menyajikan penjelasan tentang cara kerja fisiologis yang menunjukkan bagaimana aktivitas fisik ( olah raga ) dapat meningkatkan produksi endorfin serta bahan kimia otak lainnya (seperti dopamin dan serotonin), dan bagaimana perubahan tersebut berhubungan dengan peningkatan suasana hati, pengurangan gejala depresi, serta peningkatan kesejahteraan emosional.
The Effect of Physical Activity on Sleep Quality and Sleep Disorder: A Systematic Review
Tinjauan sistematik/meta-analisis menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara konsisten dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tidur, meningkatkan efisiensi tidur, dan mengurangi masalah tidur. Mekanisme yang terlibat mencakup penurunan stres dan kecemasan serta perubahan pada neurokimia, termasuk peptida seperti endorfin. Pentingnya temuan ini adalah untuk mendukung argumen bahwa aktivitas yang dapat meningkatkan kadar endorfin, seperti berolahraga dan beraktivitas relaksasi, juga berkontribusi pada perbaikan kualitas tidur dan tingkat energi sehari-hari.
========================================================================
Post a Comment