Overthinking merupakan keadaan di mana seseorang terus-menerus memikirkan satu masalah tanpa mampu menemukan solusi yang tepat. Seseorang dapat terjebak dalam pikiran yang sama berulang kali, membayangkan skenario terburuk, atau merenungkan masa lalu secara berlebihan. Seringkali, overthinking tidak berdiri sendiri, melainkan sangat terkait dengan anxiety, dan keduanya saling menguatkan satu sama lain.
Artikel ini akan menjelaskan dari perspektif psikologis mengapa overthinking sangat sulit untuk diakhiri, bagaimana hubungannya dengan anxiety? serta apa yang sesungguhnya terjadi dalam pikiran dan perasaan seseorang ketika terperangkap dalam pola pemikiran yang sama.
Overthinking dan anxiety: Keterkaitan yang Tak Terpisahkan Dalam bidang psikologi, overthinking sering diasosiasikan dengan gangguan kecemasan atau ( anxiety disorder ). Anxiety membuat seseorang terus-menerus berada dalam keadaan siaga, sedangkan overthinking adalah cara pikiran mencoba memprediksi kemungkinan bahaya.
Saat individu mengalami kecemasan ( anxiety ) dan overthinking, pikiran mereka berfungsi seolah-olah ancaman senantiasa ada, walaupun situasi sebenarnya aman. Perhatian tidak tertuju pada saat ini, melainkan terperangkap pada " Kekhawatiran tentang masa depan, penyelasan dimasa lalu, berpikir " Bagaimana jika " yang tidak ada habis habisnya ".
1. Otak Manusia Diciptakan untuk Mengidentifikasi Ancaman
Dalam konteks evolusi, otak manusia memang memiliki fungsi untuk mengenali bahaya. Amigdala, bagian dari otak, memainkan peran penting dalam mengendalikan rasa takut dan kecemasan. Pada individu yang mengalami anxiety, amigdala biasanya lebih responsif. Hal ini menyebabkan:
Permasalahan kecil terasa seperti ancaman yang serius, Pikiran terus menerus mencari kemungkinan resiko, dan overthinking muncul sebagai upaya untuk bertahan
Di dalam konteks anxiety dan overthinking, pikiran yang berulang tidak mencerminkan kelemahan mental, tetapi sebagai mekanisme perlindungan otak yang beroperasi terlalu aktif.
2. Overthinking Memberikan Ilusi Kontrol
Salah satu alasan terbesar mengapa overthinking sulit untuk diatasi ialah karena ia menciptakan ilusi kontrol. Dengan terus menerus memikirkan sesuatu, seseorang merasa:
- Jika saya terus memikirkan hal ini, saya akan siap
- Jika saya menganalisis semua kemungkinan, saya tidak akan mengalami kegagalan
Akan tetapi pada kenyataannya, Overthinking justru membuat " Meningkatnya Kecemasan, Menghabiskan energi mental, Mengurangi kemampuan membuat keputusan. Akan tetapi, bagi seseorang yang mengalami Anxiety, berpikir secara berlebihan terasa lebih aman dibandingkan tidak berpikir sama sekali.
3. Kekhawatiran Terhadap Ketidakpastian
Psikologi menemukan bahwa individu yang mengalami anxiety memiliki ketidakmampuan untuk menghadapi ketidakpastian, yang dikenal sebagai intoleransi terhadap ketidakpastian. Perilaku berpikir berlebihan muncul sebagai jawaban atas ketidakpastian tersebut. Pikiran berusaha untuk " Meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, mengulang Kembali peristiwa yang telah terjadi, membuat rencana yang terlalu rumit ".
Dalam pola anxiety dan overthinking, ketidakpastian dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya, bukan sebagai suatu hal yang wajar dalam kehidupan.
4. Pengalaman Masa Lalu yang Belum Tuntas
Dari sudut pandang psikologis, overthinking juga terkait dengan luka emosional yang belum tuntas. Pengalaman-pengalaman seperti " Kegagalan, Penolakan, Trauma emosional, rasa berasalah ", semua hal ini dapat terpendam di dalam alam Bawah sadar seseorang dan akan muncul Kembali sebagai overthinking.
Seringkali dalam situasi anxiety dan overthinking, pikiran yang terus-menerus muncul bukan berfokus pada masalah yang dihadapi saat ini, melainkan berkaitan dengan perasaan lama yang belum mendapatkan kesempatan untuk sembuh.
5. Perfeksionisme dan Ketakutan Akan Kesalahan
Perfeksionisme kerap memicu pemikiran yang berlebihan. Mereka yang perfeksionis biasanya " takut melakukan keasalah, kesulitan menerima hasil yang dianggap cukup, terus mengulang keputusan dalam pikirannya ". Saat prefeksionisme bertemu dengan anxiety dan overthinking makan menjadi cara untuk menghindari perasaan gagal. Sayangnya, hal ini malah membuat individu semakin terjerat dalam tekanan mental.
6. Pola Pikir Negatif yang Terbangun Selama Bertahun-tahun
Proses overthinking tidak terjadi secara instan. Ini merupakan produk dari pola pikir yang sudah ada lama, seperti:
- Catastrophizing (berpikiran tentang kemungkinan terburuk)
- Overgeneralization (satu kesalahan dianggap sebagai kegagalan sepenuhnya)
- Mind reading (merasa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain)
Apakah Overthinking dapat Dihentikan ?
Jawabanya : dapat dikurangi dan dikelola, tetapi tidak bisa dihentikan secara instan. overthinking bukanlah musuh yang perlu ditaklukkan, akan tetapi merupakan tanda bahwa ada aspek dari diri kita yang membutuhkan perhatian. Berikut beberapa prinsip dalam psikologis yang penting :
- Overthinking itu ialah respon, bukan identitas
- Pikiran tidak selalu mencerminkan kenyataan atau realitas
- Menghentikan overthinking bukan berarti mengendalikan pikiran, melainkan mengubah cara kita berhubungan dengan pikiran tersebut
Dengan metode mindfulness atau kesadaran, terapi kognitif, dan self-compassion mampu dan efektif mengatasi anxiety dan overthinking.
Penutup : Pahami terlebih dahulu sebelum melepaskan
Menghentikan overthinking sangat sulit karena hal ini berasal dari sistem saraf, pengalaman emosional, dan pola pikir yang telah terbentuk dalam waktu yang lama. Dalam kaitannya dengan
anxiety, overthinking sering kali merupakan usaha untuk bertahan, bukan niat untuk menyakiti diri sendiri.
Dengan memahami dasar psikologis yang mendasari overthinking, kita dapat mulai bersikap lebih baik kepada diri kita sendiri. Alih-alih memaksakan diri untuk berhenti berpikir, kita perlu belajar untuk hadir, merasakan, dan perlahan-lahan melepaskan.
Artikel ini merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas tentang kecemasan dan overthinking, bertujuan untuk membantu Anda melihat kecemasan bukan sebagai suatu kelemahan, tetapi sebagai tanda untuk mengenali diri lebih dalam.
Post a Comment