bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Mengapa Self Healing Tidak Selalu Menghasilkan Kesembuhan?

Anxiety, Trauma, Self-healing, minduflness, mental wellnes

Apa yang Dimaksud dengan Self Healing?

Self healing sering kali diartikan sebagai proses untuk memulihkan diri tanpa bantuan dokter atau terapi formal, yang dilakukan oleh seseorang guna menangani luka batin, tekanan, trauma, atau emosi yang tidak stabil. Dalam dunia psikologi, konsep ini mencakup usaha seseorang dalam mengendalikan emosi, meredakan pikiran, serta meningkatkan kondisi psikologis dan fisik melalui berbagai kegiatan seperti meditasi, refleksi diri, mencatat, kesadaran penuh, berpikir positif, serta mengubah gaya hidup dan hubungan sosial.
Akan tetapi, dalam praktiknya, sekalipun banyak orang merasakan efek positifnya, tidak semua orang yang mencoba self healing benar-benar mendapatkan “kesembuhan” yang total, dan artikel ini akan menguraikan alasan mengapa ini bisa terjadi.

1. Self Healing Tidak Selalu Didukung oleh Bukti Ilmiah yang Kuat

Walaupun banyak orang yang meyakini bahwa self healing mampu memulihkan trauma emosional atau masalah mental, faktanya banyak metode self healing yang belum memiliki dukungan bukti ilmiah yang cukup kuat sebagai terapi utama untuk masalah psikologis yang serius. Contohnya, kegiatan yang sering disebut sebagai "self healing" dalam tradisi populer seperti berjalan-jalan, makan enak, atau berlibur sering kali lebih berfungsi sebagai relaksasi sementara daripada penyembuhan yang mendalam.

Dalam artikel ilmiah dan tinjauan psikologi menegaskan bahwa proses penyembuhan kesehatan mental melibatkan banyak elemen kompleks (seperti neurobiologi, pengalaman hidup, dan lingkungan sosial) yang tidak selalu dapat diatasi sendiri tanpa bantuan dari profesional.
=====================================================================
Jurnal : A Preliminary Study on Self-Healing and Self-Health Management in Older Adults
Link Jurnal : https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/23337214221077788

Dalam penelitian ini memaparkan bahwa Self Healing bukan suatu hal yang tunggal, akan tetapi terdiri dari beberapa hal penting yang itu semuanya saling berkaitan satu sama lain
  • Faktor Fisiologi ( Pola makan dan kecukupan nutri yang baik, aktivitas fisik atau olah raga teratur, Tidur yang cukup )
  • Faktor Psikologis ( Sikap Optimis, Kemampuan menghadapi stres, pengelolaan emosi, dan perasaan senang dan positif )
  • Aspek Spiritual ( memakna kehidupan yang hakiki )
  • Faktor interpersonal ( dukungan dari sosial mampu membantu dalam menghadapi tekanan )
=====================================================================

2. Keterikatan pada Motivasi dan Kapasitas Seseorang

Self healing sangat bergantung pada keterampilan individu untuk ( Mengidentifikasi dan menilai perasaan, Mengembangkan kesadaran diri, Menerapkan rutinitas dan disiplin, dan menjaga konsistensi dalam praktek kesadaran diri )

Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk merenung atau mengendalikan emosi yang diperlukan untuk menjalani proses self healing yang efektif. Banyak yang berusaha untuk menyembuhkan diri, namun terhalang oleh kurang mampunya mereka dalam mengelola emosi secara mandiri atau menghadapi kedalaman trauma yang memerlukan bantuan profesional seperti terapi atau konseling.

3. Self Healing Bukan Alternatif untuk Terapi Klinik dalam Mengatasi Gangguan Serius

Beragam metode self healing memiliki bukti ilmiah yang masih minim atau hanya melibatkan kelompok kecil sehingga tidak dapat dianggap sebagai metode pemulihan utama untuk masalah mental yang serius seperti depresi berat, PTSD, atau kecemasan yang berkepanjangan. Dalam bidang psikologi, pendekatan formal seperti CBT, terapi interpersonal, dan konseling profesional tetap menjadi pilihan utama untuk menangani gangguan klinis.

Di sisi lainnya, riset yang mengkaji self healing membuktikan hasil yang bervariasi. Misalnya, studi pada pasien yang mengalami kanker kulit membuktikan bahwa pelatihan self healing dapat meningkatkan rasa kasih diri dan memperlancar proses pemulihan emosional, tetapi hasil tersebut terkait dengan konteks tertentu dan tidak bisa dipandang sebagai solusi yang berlaku untuk semua kondisi psikologis.
=====================================================================
Jurnal : Evaluation of the effectiveness of self-healing training on self-compassion, body image concern, and recovery process in patients with skin cancer

Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa pelatihan self healing sangat efektif sebagai intervensi untuk pasien pada penyakit kanker kulit dengan hasil sebagai berikut :

Pasien yang menerima pelatihan self healing menunjukkan peningkatan dalam aspek
  • Self-Kindness ( bersikap baik kepada diri sendiri )
  • Pengurangan pada self-judgment ( menyalahi diri sendiri )
  • rasa kemanusiaan yang meningkat ( sense of common humanity )
  • Mengurangi kekhawatiran terhadap citra tubuh
=====================================================================

4. Resiko Penafsiran yang Salah dan Harapan yang Tidak Masuk Akal

Fenomena self healing di platform media sosial sering kali mengedepankan ide bahwa "kamu dapat sembuh hanya melalui refleksi diri dan perawatan diri. " Pandangan ini berpotensi menciptakan harapan yang tidak wajar, sehingga ketika self healing tidak memberikan hasil instan, individu merasa telah gagal. Proses penyembuhan emosional dan trauma membutuhkan waktu, komitmen, dan sering kali dukungan dari ahli bukan sekadar penghilang stres sementara.

5. Self healing hanya bagian dari self-care, Bukan Pengganti Pengobatan

Dalam psikologi zaman sekarang, ide mengenai self-care sering kali dianggap sebagai elemen dari proses menjaga kesehatan mental mencakup waktu istirahat, asupan gizi, dukungan sosial, penetapan batasan di tempat kerja, dan kegiatan yang mendukung kebugaran mental, namun tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan atau terapi profesional jika diperlukan.

Di dalam lembaga kesehatan mental, perawatan diri juga direkomendasikan sebagai pendekatan pencegahan dan sebagai tambahan untuk terapi, bukan sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi gangguan mental yang serius.

Kesimpulan : Self Healing Berguna, Namun Tidak Selalu Menyembuhkan Sepenuhnya

Self healing terumata saat diartikan sebagai self-care dan upaya seseorang untuk menenangkan diri miliki banyak manfaat yang nyata seperti berkurangnya stress, meningkatnya self-compassion, kuat ketahanan emosional, serta membantu individu lebih terhubung dengan dirinya sendiri. Akan tetapi Self healing tidak selalu menyembuhkan secara menyeluruh terutama saat :
  • Masalah psikologis yang  cukup serius atau rumit
  • Individu tidak memiliki keterampilan menghadapi 
  • Salah paham tentang self healing, bukan sebagai solusi yang instan

Post a Comment

Followers