Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) adalah salah satu metode psikologis yang berfokus pada mindfulness yang paling berdampak dalam bidang kesehatan mental saat ini. Program ini terkenal karena pendekatannya yang sistematis, didukung oleh penelitian, dan dapat diterapkan di berbagai lingkungan dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga tempat kerja. Berbeda dengan teknik relaksasi tradisional, MBSR mengedepankan latihan kesadaran sebagai bagian utama dalam mengelola stres.
Sejarah munculnya Mindfulness-Based Stress Reduction ( MBSR )
MBSR pertama kali ditemukan pada akhir tahun 1970-an oleh seorang professor dari university of Massachusetts Medical School dengan fokus bidang kedokteran molekuler yakni John Kabat-Zinn. Program ini pertama kali diterapkan di Klinik Pengurangan Stres untuk mendukung pasien yang mengalami sakit kronis dan masalah medis yang tidak sembuh dengan perawatan tradisional.
Pendekatan yang diambil oleh Kabat-Zinn sangat inovatif karena menggabungkan praktik mindfulness dalam kerangka medis dan psikologis yang bebas dari pengaruh budaya dan agama. Ini membuat MBSR diakui secara luas dalam sistem kesehatan di Barat sebagai sebuah intervensi yang berbasis pada bukti ilmiah.
Perkembangan sekaligus Penyebaran MBSR Secara Global
Unsur utama dari program MBSR terdiri dari:
- Sesi kelompok yang diadakan setiap minggu dengan durasi 2 hingga 2,5 jam
- Gerakan sadar atau yoga yang berfokus pada kesadaran
- Mindful movement ( Gerakan sadar ) atau yoga yang berkualiatas pada kesadaran
- Sesi praktik intensif (retreat singkat) yang berfungsi untuk memperdalam pengalaman mindfulness
- Sesi praktik intensif (retreat singkat) yang berfungsi untuk memperdalam pengalaman mindfulness
Landasan Ilmiah Mindfulness-Based Stress Reduction
Beberapa temuan utama mengenai MBSR adalah:
- Pengurangan aktivitas berlebih di bagian otak yang berkaitan dengan stres
- Peningkatan stimulasi di korteks prefrontal yang berperan dalam proses pengambilan keputusan dan pengendalian emosi
- Penurunan kadar kortisol yang merupakan indikator stres secara fisik
- Peningkatan kemampuan perhatian dan kesadaran diri
- Stres yang berkepanjangan
- Kekhawatiran dan gangguan emosi
- Burnout kerja
- Kerangka kerja yang terorganisir dan dapat diulang
- Dukungan penelitian empiris yang berlangsung lama
- Kemudahan dalam diterapkan di berbagai disiplin ilmu
Post a Comment