Bagaimana Media Membentuk Kekhawatiran Orang Tua dan Mengubah Pola Asuh
Kasus: Ibu Penjual Kue dan Kekhawatiran yang Tak Pernah Padam
Bermain dengan siapa?
Pulang jam berepa ?
Lebih lanjut, jika anak-anaknya pulang setelah jam sembilan malam, ia akan merasa sangat khawatir, sulit tidur, dan terus menghubungi mereka hingga mereka tiba di rumah. Perilaku ini tampaknya dipengaruhi oleh ketakutan yang mendalam terkait potensi bahaya di luar sana, bukan semata-mata karena perhatian. Anak-anaknya pun menjadi terbatasi dalam berexplorasi dan bersosialisasi.
Pertanyaan yang mendasar adalah: apakah ini adalah ungkapan kasih sayang, ataukah kecemasan yang berlebihan akibat faktor lain?
Media Sebagai Penyulut Rasa Takut
- Seseorang yang sering mendengar berita kriminal bisa merasa bahwa kemungkinan terjadinya kekerasan lebih tinggi daripada fakta yang ada.
- Berita yang mengandung sensasionali dan berulang kali membahas kasus-kasus negatif juga menambah rasa ketakutan dalam pikiran, seolah ada bahaya yang mengintai di luar rumah.
Fenomena ini bukan hanya sekadar cerita, terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa paparan berita kekerasan dapat meningkatkan rasa takut dan kecemasan secara umum, terutama bagi mereka yang banyak mengonsumsi media.
Kecemasan Orang Tua dan Perilaku Overprotective Parenting
Apa yang Sains Katakan ?
Dampak Negatif pada Orang Tua dan Anak
- Kekhawatiran yang berulang dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari yang normal.
- Ketakutan yang sangat kuat bisa berubah menjadi cara berpikir yang tidak sehat atau tidak konstruktif meskipun tidak ada bahaya yang nyata.
- Riset mengungkapkan bahwa sikap orang tua yang sangat protektif berkaitan dengan kesulitan yang dialami anak dalam menyesuaikan diri, mencapai kemandirian, serta membangun identitas sosial. Penelitian kuantitatif yang dilakukan pada orang tua dan anak-anak usia dini menunjukkan bahwa pengasuhan yang terlalu protektif memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan anak dalam beradaptasi. ( Baca Penelitiannya )
Intinya : Anak yang mendapatkan pengawasan berlebihan bisa mengalami keterbatasan dalam kemajuan keterampilan sosial dan emosional mereka akibat kurangnya kesempatan untuk mengeksplor.
Media Tidak Selalu Negatif, Tapi Bisa Menjadi Pemicu Kecemasan
- Meningkatkan ketakutan pada individu yang tidak memiliki pengalaman langsung dengan ancaman tersebut.
- Menggambarkan ketakutan seolah-olah lebih nyata dan lebih mungkin terjadi dibandingkan dengan kenyataan yang ada.
Rasa khawatir yang muncul tampak seperti cinta dapat merupakan hasil dari informasi yang kita terima. Media khususnya berita mengenai kekerasan atau perilaku nakal remaja bisa mengubah cara pandang orang tua terhadap dunia dan menilai risiko. Jika informasi tersebut diterima tanpa analisis yang tepat, hal ini bisa mengarah pada gaya pengasuhan yang protektif dari pada yang sebenarnya diperlukan.
Dengan kesadaran tentang bagaimana media memengaruhi pikiran kita (seperti mean world syndrome), orang tua dapat belajar membedakan antara perlindungan yang sehat dan kecemasan yang membatasi kebebasan anak.
Post a Comment