bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Rasa Takut yang Menyamar sebagai Kasih Sayang

Client Story, Mindfulness, Self-Healing, Mental Wellness, Anxiety Disorder, Staycation & Healing Trip

Bagaimana Media Membentuk Kekhawatiran Orang Tua dan Mengubah Pola Asuh

Dalam interaksi sehari-hari, perhatian orang tua terhadap keamanan anak biasanya dipandang sebagai ekspresi cinta yang tulus. Namun, ketika perhatian tersebut meningkat, menjadi terus-menerus, dan mendominasi kehidupan seorang ibu. apakah itu hanya cinta, atau ada yang lebih rumit yang dipengaruhi oleh informasi di sekitar kita?

Kasus: Ibu Penjual Kue dan Kekhawatiran yang Tak Pernah Padam

Belakangan ini, seorang ibu yang menjual kue mengungkapkan bahwa ia selalu merasa cemas tentang anak-anaknya. Setiap kali anak-anaknya ingin bermain, ia akan menanyakan dengan rinci:

  • Bermain dengan siapa?

  • Pulang jam berepa ?

Lebih lanjut, jika anak-anaknya pulang setelah jam sembilan malam, ia akan merasa sangat khawatir, sulit tidur, dan terus menghubungi mereka hingga mereka tiba di rumah. Perilaku ini tampaknya dipengaruhi oleh ketakutan yang mendalam terkait potensi bahaya di luar sana, bukan semata-mata karena perhatian. Anak-anaknya pun menjadi terbatasi dalam berexplorasi dan bersosialisasi.

Pertanyaan yang mendasar adalah: apakah ini adalah ungkapan kasih sayang, ataukah kecemasan yang berlebihan akibat faktor lain?

Media Sebagai Penyulut Rasa Takut

Ibu ini menyatakan bahwa dia sering menerima informasi baik dari televisi, media sosial, maupun berita daring, mengenai perilaku nakal remaja, kasus pembunuhan anak, kecelakaan, serta berbagai peristiwa negatif lainnya. Paparan informasi semacam ini secara berulang telah memengaruhi pandangannya terhadap dunia.

Dalam konteks psikologi, terdapat sebuah konsep penting yang terkait dengan fenomena ini: mean world syndrome, sebuah kecenderungan kognitif di mana individu cenderung memandang dunia sebagai tempat yang lebih berbahaya dari pada kenyataan akibat seringnya terpapar konten kekerasan dalam media. Teori ini diperkenalkan oleh George Gerbner dan rekan-rekannya melalui Cultivation Theory, yang menunjukkan bahwa paparan berkelanjutan terhadap media dapat mengubah cara pandang seseorang mengenai realitas di sekitarnya.

Sebagai contoh :

  • Seseorang yang sering mendengar berita kriminal bisa merasa bahwa kemungkinan terjadinya kekerasan lebih tinggi daripada fakta yang ada.
  • Berita yang mengandung sensasionali dan berulang kali membahas kasus-kasus negatif juga menambah rasa ketakutan dalam pikiran, seolah ada bahaya yang mengintai di luar rumah.

Fenomena ini bukan hanya sekadar cerita, terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa paparan berita kekerasan dapat meningkatkan rasa takut dan kecemasan secara umum, terutama bagi mereka yang banyak mengonsumsi media.

Kecemasan Orang Tua dan Perilaku Overprotective Parenting

Apa yang Sains Katakan ?

Penelitian di bidang psikologi mengungkapkan bahwa overprotective parenting yaitu perilaku orang tua yang mengatur atau membatasi pengalaman anak dengan cara yang berlebihan, sering kali berkaitan dengan tingkat kecemasan orang tua yang tinggi. Studi internasional menemukan bahwa intensitas parental overprotection berkaitan dengan respons kecemasan yang semakin kuat terhadap stres yang dialami anak, termasuk saat memasuki fase transisi hidup yang penting seperti pendidikan lanjutan.

Intinya adalah : Semakin cemas orang tua terhadap potensi ancaman, termasuk apa yang dipersepsikan karena media, maka semakin besar kecendrungan prilaku protektif yang berlebihan.

Dampak Negatif pada Orang Tua dan Anak

Sikap overprotective yang ditunjukkan oleh ibu dalam situasi ini dapat menimbulkan efek psikologis yang negatif, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi anak-anaknya.

1. Pada Orang tua
  • Kekhawatiran yang berulang dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari yang normal.
  • Ketakutan yang sangat kuat bisa berubah menjadi cara berpikir yang tidak sehat atau tidak konstruktif meskipun tidak ada bahaya yang nyata.
2. Pada Anak
  • Riset mengungkapkan bahwa sikap orang tua yang sangat protektif berkaitan dengan kesulitan yang dialami anak dalam menyesuaikan diri, mencapai kemandirian, serta membangun identitas sosial. Penelitian kuantitatif yang dilakukan pada orang tua dan anak-anak usia dini menunjukkan bahwa pengasuhan yang terlalu protektif memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan anak dalam beradaptasi. ( Baca Penelitiannya )

Intinya : Anak yang mendapatkan pengawasan berlebihan bisa mengalami keterbatasan dalam kemajuan keterampilan sosial dan emosional mereka akibat kurangnya kesempatan untuk mengeksplor.

Media Tidak Selalu Negatif, Tapi Bisa Menjadi Pemicu Kecemasan

Tidak dapat di pungkiri, bahwa media memiliki fungsi penting, memberikan informasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko nyata.

Namun, ketidak seimbangan paparan informasi, terutama berita kekerasan yang bersifat sensasional berpotensi :
  • Meningkatkan ketakutan pada individu yang tidak memiliki pengalaman langsung dengan ancaman tersebut.
  • Menggambarkan ketakutan seolah-olah lebih nyata dan lebih mungkin terjadi dibandingkan dengan kenyataan yang ada.

Rasa khawatir yang muncul tampak seperti cinta dapat merupakan hasil dari informasi yang kita terima. Media khususnya berita mengenai kekerasan atau perilaku nakal remaja bisa mengubah cara pandang orang tua terhadap dunia dan menilai risiko. Jika informasi tersebut diterima tanpa analisis yang tepat, hal ini bisa mengarah pada gaya pengasuhan yang protektif dari pada yang sebenarnya diperlukan.

Dengan kesadaran tentang bagaimana media memengaruhi pikiran kita (seperti mean world syndrome), orang tua dapat belajar membedakan antara perlindungan yang sehat dan kecemasan yang membatasi kebebasan anak.

Post a Comment

Followers