bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Tubuh Tidak Pernah Berbohong: Studi Kasus Nyeri Kepala sebagai Manifestasi Konflik Batin

Client Story, Mindfulness, Self-Healing, Mental Wellness, Anxiety Disorder, Staycation & Healing Trip

Seorang bapak curhat kepada saya tentang permasalah penyakitnya yang tak kunjung sembuh. sudah beberapa dokter di datangi dan diberikan obat, namun tetap saja belum ada perubahan. masih sering bangun mendadak tiap malam, kepalanya pusing sebelah dan sesak nafas.

Lalu saya bertanya " Apakah sudah ada pemeriksaan dokter lebih lanjut, seperti rontgen ? ", bapak ini menjawab " Sudah pak, sudah di rontgen dengan dokter dibagian kepala dan dada, dokterpun bilang tidak ada masalah apa apa ! "

Sayapun mencoba untuk bertanya kembali perihal tentang ilmiah agar untuk memastikan, penyakit ini memang bukan dari fisik atau medis.

Ketika sudah cukup puas mendapatkan informasi soal medis, langkah selanjutnya adalah mencari informasi soal permasalah psikisnya. saya pun mulai melontarkan beberap pertanyaan yang membuat saya mendapatkan kesimpulan awal, kalau ini ada hubunganya dengan masalah keluarga yang berakhir pada migren dan sesak nafas pada malam hari.

Putranya yang masih bersekolah di Sekolah Menangah Pertama menjadi salah satu pemicunya. sulit dikasih tau, melawan terus dan susah sekali diatur, sehingga membuat bapak ini sering debat, yang berlanjut pada panasnya rumah tangga setiap hari, ditambah bisnisnya yang sedang menurun membuatnya makin pusing.

Selanjutnya sayapun mencoba bertanya kemballi " bagaimana kedekatan bapak dengan tuhan ? " ia pun langsung diam sejenak dan berkata " saya sudah bolong bolong sholatnya ".

Apa yang saya lakukan ?

Saya mencoba dudukan bersama antara bapak, istri dan anak perempuanya didalam satu ruangan. saya cuma hanya meminta bapak ini untuk mengakui kesalahannya ( istigfar ) dan meminta maaf kepada istri dan anak perempuannya atas perlakuannya selama ini.

Apa yang terjadi ?

Bapak ini berkata " Saat saya sujud didepan istri menangis sejadi jadinya, meminta maaf, mengakui kesahan, seperti ada yang lepas, plong, beban itu seperti hampir hilang semuanya ".

Saat dimalam harinya, ia cuma sekali bagun karena tergaket, namun nafas sudah tidak sesak dan kepala pun sudah mulai berkurang rasa sakitnya, bahkan hampir tidak dirasakan.

Penelitian tentang, Hubungan Emosi, Pemaafan, dan Kesehatan Fisik

=======================================================================

Forgive, Let Go, and Stay Well! The Relationship between Forgiveness and Physical and Mental Health…”

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan seseorang untuk memaafkan berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental, termasuk menurunkan gejala somatik (fisik) seperti nyeri tubuh meskipun bukan spesifik migrain, tapi menguatkan hubungan antara proses emosional/spiritual dengan keadaan fisik.

Effectiveness of Mindfulness Meditation for Migraine Headaches

Mindfulness dapat secara signifikan mengurangi disability score (dampak migrain terhadap aktivitas sehari-hari) dan tingkat stresBeberapa studi menunjukkan mindfulness berpengaruh kuat terhadap pengalaman sakit dan coping meskipun perubahan frekuensi migrain bervariasi antar studi.

Penelitian tentang Spiritualitas dan Kesehatan

Berbagai studi sosial tentang ilmu pengetahuan di Indonesia mengindikasikan bahwa berdoa, melakukan praktik spiritual, dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan berkaitan dengan penerapan strategi coping yang baik, pengurangan tekanan ( Stress ), dan peningkatan kesehatan mental.

=======================================================================

Post a Comment

Followers