Apa Itu Trauma ?
Dari sudut pandang psikologis, trauma bukan hanya tentang pengalaman yang menyakitkan, tetapi juga adalah reaksi internal atas situasi yang dianggap membahayakan keamanan, identitas, atau arti kehidupan individu. Asosiasi Psikologi Amerika (APA) menjelaskan bahwa trauma adalah reaksi emosional yang terjadi akibat peristiwa menakutkan seperti kecelakaan, bencana, kekerasan, atau kehilangan.
Namun, yang perlu dipahami adalah bahwa trauma tidak ditentukan oleh kejadian itu sendiri, tapi bagaimana cara sistem saraf dan mental seseorang mengatasi kejadian tersebut. Dua orang bisa mengalami situasi yang serupa, tetapi hanya satu yang mungkin merasakan trauma yang mendalam.
Awal Mula Tejadinya Trauma
Mengalami ketidak berdayaan
Menghadapi ancaman
Tidak memiliki tempat yang aman untuk memahami pengalaman mereka
Merasakan emosi yang kuat tanpa dukungan yang cukup
Saat keempat situasi ini terjadi bersamaan, sistem pertahanan diri seseorang akan berfungsi dengan sangat intens.
Peran Pada Sistem Saraf
Reaksi ini tidak dapat diselesaikan
Energi bertahan terperangkap dalam tubuh
Otak tidak sempat memproses pengalaman tersebut dengan cara yang logis
Sebagai hasilnya, pengalaman itu disimpan sebagai ingatan yang emosional dan sensori, bukan sebagai memori yang biasa.
Trauma Tidak Selalu Berasal Dari Peristiwa Besar
1. Trauma Akibat Kecelakaan
Amigdala mampu mengenali ancaman yang sangat serius
Sistem saraf simpatik mulai aktif
Hormon stres seperti adrenalin dan kortisol mulai dilepaskan
Fight – Flight – Freeze :
- Fight : Tubuh bersiap untuk bertindak melawan (merasa tegang dan agresif)
- Flight : Ada dorongan kuat untuk menyelamatkan diri
- Freeze : Ketika tubuh merasa tidak ada cara untuk melarikan diri maka menjadi tidak bergerak
Individu yang terlibat dalam kecelakaan mobil mungkin tidak bisa bergerak selama beberapa detik meskipun sadar. Ini adalah reaksi membeku, bukan tanda kelemahan.
Jika Pasca kecelakaan tidak ada pelepasa emosi, tidak merasa aman, Maka ingatan traumatis akan tersimpan sebagai implicit memory.
2. Trauma Akibat Benca Alam
Bencana alam seperti gempa, banjir, tanah longsor dan tsunami memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Masif
- Tidak bisa dikendalikan
- Mengancam banyak nyawa sekaligus
Kondisi ini menyebabkan sistem saraf mengalami tekanan yang berat. Seseorang yang mengalami bencana alam sering sekali " tidak bisa menangis, tidak merasakan emosi, dan merasa kosong ". ini adalah Freeze response, ini adalah mekanisme protektif agar psikis tidak runtuh. Jika fase Freeze berlangsung lama tanpa pemilihan, hal berikutnya akan menjadi trauma kronis atau PTSD.
3. Trauma Akibat Kehilangan seseorang
Kehilangan seseorang yang kita cintai tidak menjadi bahaya fisik, melainkan ancaman bagi rasa aman, keterikatan, dan tujuan hidup. Otak kita melihat kehilangan sebagai risiko terhadap kelangsungan hidup sosial.
Fight – Flight – Freeze
- Fight : Menolak kenyataan (“tidak mungkin terjadi”)
- Flight : Menghindari perasaan sedih (terlalu sibuk)
- Freeze : Kehilangan perasaan, depresi
Seseorang mungkin tampak “baik-baik saja” setelah kehilangan orang tua atau orang yang dicintainya, tetapi bertahun-tahun kemudian bisa merasakan kecemasan yang sangat tinggi atau rasa kesepian.
Trauma Kronis : Dampak dari stres yang berkepanjangan dapat muncul karena beberapa hal, seperti:
- Kekerasan di dalam rumah
- Perundungan atau pembulian
- Lingkungan keluarga yang tidak aman secara emosional
Penutup: Memahami untuk Memulihkan
Mengerti asal mula trauma bukan untuk menuding masa lalu, tetapi untuk memberikan pemahaman pada luka yang dirasakan saat ini. Trauma tidak menunjukkan kelemahan, tetapi sebagai bukti bahwa seseorang pernah berupaya untuk bertahan dalam situasi yang sulit.
Kesadaran ialah langkah awal menuju pemulihan. saat individu mulai menyadari bahwa reaksi yang dialami saat ini adalah pantulan dari pengalaman yang lalu, maka proses penyembuhan bisa dimulai secara bertahap, dengan kesadaran, dan penuh kasih saying terhadap diri sendiri.
Trauma mungkin terbentuk dari masa lalu, akan tetapi proses penyembuhan selalu terjadi masa sekarang.
BACA JUGA : Penjelasan Anxiety Disorder
Post a Comment