bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Perbedaan Anxiety dan Stres yang Sering Disalahartikan

Anxiety, Trauma, Self-healing, Mindfulness, Mental Wellness

Dalam dunia modern yang serba cepat, banyak orang sering menggunakan istilah stres dan kecemasan ( anxiety ) secara bergantian. Kondisi sedikit tertekan dianggap stres, sementara jika jantung berdebar, langsung dianggap sebagai kecemasan ( anxiety ). Sebenarnya, meskipun kedua istilah ini memiliki hubungan, stres dan anxiety merupakan dua keadaan yang berbeda—baik dari segi penyebab, gejala, maupun efeknya terhadap kehidupan individu.

Salah paham ini membuat banyak orang tidak dapat merespons keadaan mental mereka dengan baik. Beberapa orang berpikir bahwa kecemasan hanyalah stres biasa, sehingga membiarkannya terlalu lama tanpa penanganan. Di sisi lain, ada juga yang merasa panik berlebihan saat mengalami stres ringan, karena salah mengira bahwa mereka memiliki gangguan kecemasan yang serius.

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dengan jelas perbedaan antara anxiety dan stres, agar Anda dapat lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada diri Anda atau orang-orang terdekat Anda.

Apa itu Stress ?

Stress Menurut Analisis Konsep

Berdasarkan studi tentang konsep stres dalam penelitian ilmiah, stres didefinisikan sebagai cara individu menilai rangsangan yang dirasakan sangat berat, yang selanjutnya memicu reaksi yang dapat diukur serta perubahan baik dalam keadaan psikologis maupun fisik. ( Publikasi jurnal - Stress: a concept analysis )

Hal ini membuktikan bahwa stres tidak hanya berkaitan dengan tekanan dari luar secara objektif, melainkan lebih kepada bagaimana individu menilai serta bereaksi terhadap tekanan tersebut, yang pada akhirnya menentukan apakah suatu keadaan dianggap sebagai stres.

Teori Lazarus & Folkman tentang Stres

Menjelaskan bahwa stres adalah sebagai hasil dari hubungan antara individu dan lingkungan, ketika keadaan atau situasi dinilai sebagai ancaman diri. Pengertian ini menyoroti elemen penilaian kognitif, yang berarti bahwa stres terjadi ketika seseorang merasa bahwa tuntutan dari lingkungannya lebih besar daripada kapasitas untuk menghadapinya.

Definisi Klinis

Dalam penelitian medis yang luas dan sering dirujuk dalam publikasi kesehatan, stres biasanya digambarkan sebagai gangguan dalam keselarasan homeostasis tubuh. Gangguan ini disebabkan oleh berbagai tuntutan dari dalam maupun luar, dan hal ini berpengaruh pada pikiran serta reaksi tubuh. 

Ciri-Ciri Stres Menurut Jurnal dan Literatur Ilmiah

Reaksi Psikologis : Mudah Marah, Mudah Tersinggung, Gelisah dan Cemas, Pikiran terus memikirkan banyak hal 

Reaksi Fisiologis : Pusing, Tegang pada Otot, dan perubahan pada tekanan darah atau denyut jantung

Perubahan Perlikau : Kesulitan untuk rileks, Perilaku menghindar atau menarik diri di lingkungan sosial

( PSYMPATHIC : Jurnal Ilmiah Psikologi - Self Disclosure dan Tingkat Stres pada Mahasiswa yang sedang Mengerjakan Skripsi - witri Gamayanti dkk. )

Apa itu Anxiety ?

Berbeda dengan stres, anxiety atau kecemasan adalah suatu keadaan psikologis yang ditandai oleh perasaan takut, khawatir, atau agitated yang berlebihan, meskipun ancaman yang nyata bisa jadi tidak terlihat atau sama sekali tidak ada.

Anxiety atau kecemasan adalah sesuatu yang lebih dari sekadar reaksi terhadap tekanan sementara; itu merupakan kondisi yang dapat berlangsung lama dan muncul berulang kali.

Ciri dari Anxiety adalah : Perasaan cemas yang berlebihan dan sulit untuk diatur, detak jantung yang berdegup cepat tanpa alasan yang jelas, perasaan sulit bernapas, pikiran yang selalu fokus pada kemungkinan hal terburuk, kesulitan untuk merasa tenang meskipun berbeda dalam situasi yang aman, masalah tidur yang berkepanjangan.

Pada beberapa individu, anxiety atau kecemasan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan atau anxiety disorder seperti Generalized Anxiety Disorder, gangguan panik, atau kecemasan sosial.

Perbedaan Anxiety dan Stres secara Mendasar :


Sisi Pemicu :

Stres : Disebabkan oleh persoalan atau tekanan yang jelas seperti pekerjaan, konflik, atau masalah keuangan.
Anxiety :  Dapat muncul tanpa alasan yang jelas atau terus berlanjut meskipun penyebabnya telah tidak ada.

Sisi Durasi : 

Stres : Bersifat sementara dan tidak bertahan lama.
Anxiety : Cenderung untuk tetap ada dan muncul kembali.

Sisi Pikiran :

Stres :  Memusatkan perhatian pada persoalan nyata yang sedang dialami.
Anxiety : Memusatkan perhatian pada kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Sisi Respon Tubuh : 

Stres : Tubuh mengalami ketegangan dan kelelahan, tetapi masih dapat berfungsi.
Anxiety : Tubuh terasa selalu "siaga," menyulitkan untuk bersantai.

Sisi Kehidupan :

Stres : Biasanya tidak akan menggangu dalam kehidupan untuk jangka panjang
Anxiety : Dapat mengganggu pekerjaan, hubungan, dan kualitas hidup secara signifikan.

Apakah Stres bisa berkembang menjadi Anxiety ?

Jawabanya  : Bisa 

Stres yang berlangsung lama, tidak ada penanganan dengan baik, serta tekanan emosi yang mendalam akan berakibat Anxiety kronis. 

Ketika tubuh berada dalam keadaan waspada terlalu lama, sistem saraf menjadi lebih peka, menyebabkan rasa cemas muncul tanpa adanya pemicu yang jelas. Ini menjelaskan mengapa tidak boleh meremehkan stres yang berkepanjangan.

Cara mengelolah Stres dan Anxiety dengan Bijak

Mengelolah Stres : Mengetahui penyebab stres, istirahat yang cukup atur prioritas dan batasannya,  olah raga rutin yang ringan, metode relaksasi yang mudah.

Mengelolah Anxiety : Kesadaran, latihan pernapasan dan grounding, journaling emosi, konsultasi dengan ahli jika diperlukan.

Hal yang harus diingat adalah, mengatasi kecemasan tidak berarti menghapus rasa khawatir sepenuhnya, tetapi menciptakan hubungan yang lebih baik dengan pikiran dan perasaan.

Kesimpulan : Anxiety atau kecemasan dan stres mungkin tampak serupa, tetapi keduanya berbeda. Stres merupakan reaksi wajar terhadap tekanan, sedangkan anxiety adalah keadaan rasa takut yang dapat bertahan lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari.


Post a Comment

Followers