bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Self-Healing Bagi Mahasiswa : Strategi Pemulihan Diri Untuk Prestasi Akademik

Anxiety, Trauma, Self-healing, mental wellness, mindfullness, clien story

Mahasiswa mengalami masa transisi yang krusial dalam hidup mereka, yaitu perubahan dari usia remaja ke usia dewasa. Di tahap ini, mereka menghadapi beragam tuntutan baik di bidang akademik, sosial, ekonomi, maupun eksistensial secara bersamaan. Beban tugas kuliah, harapan untuk mencapai prestasi, interaksi sosial, serta ketidakpastian tentang masa depan sering kali menyebabkan stres mental. Jika situasi ini tidak ditangani dengan baik, maka bisa berujung pada masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, kelelahan emosional, dan kehabisan semangat dalam belajar.

Dalam hal ini, konsep self healing menjadi semakin penting. self healing bukan hanya sebuah fenomena populer di berbagai platform sosial, tetapi juga sebuah pendekatan berbasis ilmu pengetahuan yang menitikberatkan kemampuan individu untuk mengembalikan keseimbangan mental dan emosional mereka melalui kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan perilaku yang adaptif. Bagi mahasiswa, self healing sangat penting dalam mendukung kesehatan mental serta membantu mencapai keberhasilan dalam studi.

Konsep Self Healing dalam Sudut Pandang Ilmu Psikologi

Dalam konteks psikologi, self healing bisa disimpulkan sebagai proses penyembuhan diri dari dalam melalui cara berpikir, perasaan, dan tindakan. Proses ini sejalan dengan pendekatan psikologi positif dan teori pengendalian diri, yang menitikberatkan pentingnya peran seseorang dalam menangani stres dan emosi secara mandiri.

Studi yang dilakukan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan bawaan untuk beradaptasi dan sembuh dari stres psikologis dengan menggunakan cara-cara coping yang positif, seperti introspeksi, kesadaran penuh, dan menemukan arti dalam hidup. Dengan demikian, self healing tidak berarti tidak memerlukan bantuan profesional, tetapi merupakan langkah awal untuk meningkatkan ketahanan mental.

Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa

Sekian banyak penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa adalah kelompok yang mudah terpengaruh oleh masalah kesehatan mental. Tekanan yang tinggi dalam akademis, sistem penilaian yang mengutamakan angka, dan persaingan di antara mahasiswa dapat menimbulkan stres berkepanjangan. Di samping itu, perubahan dalam pola hidup, perpisahan dengan keluarga, dan tuntutan untuk mandiri juga meningkatkan potensi terjadinya kelelahan emosional.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American College Health mengindikasikan bahwa tingkat stres dan kecemasan di kalangan mahasiswa meningkat dengan signifikan selama sepuluh tahun terakhir, terutama setelah masa pandemi. Stres yang berlangsung lama tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental, tetapi juga dapat merusak fokus, semangat belajar, dan hasil akademis.

Dalam situasi ini, penerapan praktik self healing oleh mahasiswa menjadi solusi pencegahan yang efektif untuk meminimalisir dampak negatif dari stres yang berhubungan dengan pendidikan.

Bentuk Self Healing yang Sesuai Untuk Mahasiswa

1. Self Awareness dan Refleksi Diri

Tahap awal dalam self healing ialah menciptakan kesadaran diri. Mahasiswa harus mampu mengenali perasaan, pikiran, dan penyebab stres yang mereka alami. Kegiatan evaluasi pribadi seperti menulis jurnal terbukti efektif dalam membantu mengatur emosi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa evaluasi pribadi yang terarah dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan mengurangi kecemasan.

2. Mindfulness

Mindfulness adalah praktik yang mengajak kita untuk mementingkan pengalaman saat ini tanpa harus menghakimi diri sendiri. Berbagai jurnal penelitian melaporkan bahwa intervensi berbasis mindfulness efektif dalam mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi belajar bagi mahasiswa.

Penelitian dari Mindfulness Journal menemukan bahwa mahasiswa yang secara teratur menjalankan  mindfulness mengalami penurunan stres terkait akademik dan peningkatan stabilitas emosional.

3. Regulasi Emosi dan Self Compassion

Self healing juga terkait erat dengan kemampuan dalam mengatur emosi dan memiliki kasih sayang terhadap diri sendiri. Para mahasiswa sering kali bersikap terlalu keras pada diri mereka saat mengalami kegagalan atau tidak memenuhi pencapaian akademis. Sementara itu, studi membuktikan bahwa self-compassion dapat meningkatkan motivasi internal dan daya tahan mental.

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Counseling Psychology, self-compassion memiliki peran penting dalam mengurangi depresi serta kecemasan di kalangan mahasiswa.

4. Dukungan Sosial 

Meskipun self healing menitikberatkan pada pemulihan individu, adanya dukungan dari orang lain tetap memainkan peran yang krusial. Menceritakan pengalaman kepada teman, anggota keluarga, atau rekan satu kampus dapat mempercepat proses pemulihan emosi.

Studi yang dipublikasikan dalam Social Psychology Quarterly menunjukkan bahwa dukungan sosial yang baik dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa.

=====================================================================

Jurnal : The Mental Health and Wellbeing of University Students: Acceptability, Effectiveness, and Mechanisms of a Mindfulness-Based Course

Jurnal ini menyimpulkan bahwa :

1. Program mindfulness memberikan efek yang baik bagi kesehatan mental dan kesejahteraan siswa. Siswa yang berpartisipasi dalam program mindfulness selama 8 minggu menunjukkan kemajuan yang berarti dalam kesehatan mental dan pencapaian tujuan akademis, baik segera setelah program selesai maupun enam minggu setelahnya (tindak lanjut).

2. Sebagian dari dampak baik program ini muncul karena para peserta menjadi lebih peka terhadap pemikiran dan perasaan mereka serta lebih sanggup mengatasi tekanan.

3. Program ini juga memperbaiki semangat belajar. Para mahasiswa merasa lebih terdorong, lebih yakin dalam meraih sasaran akademik mereka, dan merasa lebih siap untuk menjalani tugas kuliah 

Jurnal : Self-Compassion and Psychological Flourishing Among College Students: The Mediating Role of Hope and the Moderating Role of Emotion Regulation

Jurnal Ini Menyimpulkan bahwa :

1. Self-compassion memiliki hubungan yang baik dengan psychological flourishing mahasiswa

Studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki self-compassion yang lebih besar biasanya juga mengalami tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk bersikap lembut dan memahami diri sendiri saat menghadapi tantangan sangat berdampak pada kesehatan mental secara keseluruhan.

2. Hope atau harapan sebagai penghubung dalam hubungan antara self-compassion dan keberhasilan

Harapan yang berhubungan dengan masa depan dan semangat untuk meraih tujuan terbukti berfungsi sebagai penghubung dalam hubungan ini. Ini berarti bahwa self-compassion berperan dalam meningkatkan rasa harapan, yang selanjutnya mendorong mahasiswa untuk meraih tingkat keberhasilan 

3. Pengaturan emosi juga memiliki peran yang signifikan.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengaturan emosi mempengaruhi hubungan antara rasa kasih sayang terhadap diri sendiri dan harapan. Ini berarti, dampak dari rasa kasih sayang terhadap diri sendiri terhadap harapan bervariasi berdasarkan seberapa baik kemampuan mahasiswa dalam mengelola emosinya.

=====================================================================

Self Healing dan Keterkaitannya dengan prestasi Akademik

Self healing tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental, tetapi juga secara langsung memengaruhi hasil akademik. Mahasiswa yang memiliki kestabilan emosi biasanya memiliki konsentrasi yang lebih baik, kemampuan mengatur waktu yang efisien, serta motivasi belajar

Kesimpulan :

Self healing adalah metode yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menghadapi stres akademis serta tantangan yang ada di lingkungan kampus. Dengan meningkatkan kesadaran diri, mindfulness, manajemen emosi, dan membangun jaringan dukungan, mahasiswa dapat mengembangkan ketahanan mental yang baik. Berbagai studi menunjukkan bahwa self healing tidak hanya berkontribusi pada kesehatan mental, tetapi juga berpengaruh positif terhadap pencapaian akademik.

Dengan demikian, self healing menjadi lebih dari sekadar kebutuhan individu; ini adalah keterampilan penting yang harus dikembangkan oleh mahasiswa dan didukung oleh lembaga pendidikan tinggi. Dengan kondisi mental mahasiswa yang lebih baik

Post a Comment

Followers