bTAdcGyjDYctOAregRSyJNQ4u84UQ71qfMmtpvCa

Self Healing Ketika Overthinking: Metode Meredakan Pikiran yang Terlalu Berlebihan

Anxiety, Trauma, Self-healing, mindfulness, mental wellness, clien story

Overthinking ialah keadaan ketika pikiran berfungsi secara berlebihan, terus-menerus memikirkan kejadian yang sudah berlalu, dan khawatir tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan, seringkali mengakibatkan kelelahan mental. Jika tidak ditangani, overthinking dapat menyebabkan stres, kecemasan, masalah tidur, bahkan mengurangi kualitas hidup seseorang. Di sinilah self healing berperan sebagai suatu proses pemulihan yang dapat dilakukan dengan kesadaran, secara bertahap, dan berkelanjutan.

Artikel ini menjelaskan secara ringkas tetapi mendalam mengenai cara praktis melakukan self healing saat mengalami overthinking, dengan dasar psikologi modern dan didukung oleh penelitian ilmiah.

Memahami Overthinking dari Pandangan Psikologi

Dari sudut pandang psikologi, overthinking sangat terkait dengan rumination atau merenung terlalu dalam dan worry yang berarti kekhawatiran yang terus-menerus. Penelitian oleh Nolen-Hoeksema pada tahun 2000 mengungkapkan bahwa rumination bisa memperburuk dan memperpanjang gejala depresi serta kecemasan.

Fungsi otak manusia pada dasarnya adalah untuk mencari solusi atas masalah. Namun, saat pikiran terus berputar tanpa tujuan dan jawaban, sistem saraf malah menjadi waspada tanpa henti. Sebagai akibatnya, tubuh menghasilkan hormon stres seperti kortisol secara berlebihan. Dalam jangka waktu yang lama, keadaan ini bisa menimbulkan kelelahan mental dan emosional. Proses penyembuhan diri tidak berfokus pada penghapusan pikiran sepenuhnya, melainkan pada cara kita berinteraksi dengan pikiran tersebut.

Apa itu Self Healing ?

Self healing merupakan suatu proses yang melibatkan kesadaran, penerimaan, dan tindakan aktif untuk mengembalikan keseimbangan mental, emosional, dan spiritual. Penyembuhan diri tidak dimaksudkan sebagai pengganti terapi profesional, tetapi bisa menjadi strategi awal atau pendukung yang bermanfaat.

Dalam situasi overthinking,self healing membantu seseorang untuk:
  • Menyadari pola pikir yang terus muncul
  • Mengurangi respons emosional yang berlebihan
  • Memberikan Kembali rasa aman dalam diri sendiri
  • Membina hubungan yang lebih baik dengan pikiran mereka
Sebuah studi dalam Journal of Behavioral Medicine membuktikan bahwa praktik pengaturan diri atau self-regulation dan kesadaran diri atau self-awareness memiliki peranan penting dalam mengurangi stres psikologis.

Mengapa Proses Self Healing Diperlukan untuk Mengatasi Overthinking?

Overthinking sering kali bukan hanya sekadar pola pikir, melainkan reaksi terhadap kesedihan emosional, trauma kecil yang belum terselesaikan, atau keinginan untuk memiliki kendali dan kepastian. Ketika individu merasa tidak aman secara emosional, pikirannya akan terus berusaha “melindungi” dirinya, meski metode ini sering kali membuat lelah.

Proses self membantu menangani inti masalah, bukan hanya gejalanya. Dengan pendekatan ini, seseorang dapat belajar untuk:
  • Menghentikan kebencian terhadap pikirannya sendiri
  • Penerimaan diri, dan sadar bahwa semua tidak dapat di kendalikan
  • Bukan melawan, melaikan menenagkan sistemsaraf

Teknik Self Healing Saat Overthinking

1. Sadar Dalam Pernapasan atau Mindful Breathing

Metode ini mudah tetapi sangat bermanfaat. Arahkan konsentrasi pada pernapasan Anda yang masuk dan keluar selama 3 sampai 5 menit. Jika pikiran mulai melenceng, perlahan-lahan kembalikan fokus ke pernapasan Anda. 

Jurnal Frontiers in Psychology (2015) mengungkapkan bahwa pernapasan sadar dapat mengurangi keaktifan yang berlebihan di amigdala, wilayah otak yang terlibat dalam kecemasan.

2. Menulis untuk Mengeluarkan Pikiran (Journaling)

Banyak orang sering mengalami pikiran berlebihan karena tidak ada ruang untuk mengekspresikannya. Dengan menulis, kita bisa "memindahkan" pemikiran dari pikiran ke halaman. Tidak perlu rumit dalam strukturnya. Cukup catat ( Apa yang ada di pikiran, Apa yang sedang dirasakan oleh tubuh, Aspek mana yang bisa kita kontrol, dan mana yang tidak )

Sebuah studi oleh Pennebaker dan Chung (2011) yang dipublikasikan dalam Psychological Science menunjukkan bahwa menulis ekspresif dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan mengurangi stres.

3. Self Talk yang Lebih Welas Asih

Banyak individu yang berpikir terlalu dalam karena sangat menuntut diri mereka sendiri. Self healing mendorong kita untuk mengganti kritik dalam pikiran dengan kata-kata yang lebih lembut.

Sebagai Contoh :

Dari : " Mengapa Aku selalu keliru ? "
Menjadi : " Aku sedang dalam proses belajar, dan tidak apa-apa jika belum sempurna."

Jurnal Clinical Psychology Review menegaskan bahwa welas asih terhadap diri sendiri memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental.
=======================================================================
Jurnal- Jurnal penunjang

1. The Role of Self-Compassion in Development: A Healthier Way to Relate to Oneself

Penelitian ini menjelaskan bahwa self-compassion berkaitan dengan pengurangan kecemasan, depresi, dan rumination ( overthinking ) 

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2790748/?utm_source

2. The Benefits of Self-Compassion in Mental Health Professionals

Membahas tentang manfaat self-compassion ( self talk yang lebih welas asih ) pada kesejahteraan mental dan pengurangan stres

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9482966/?utm_source

3. A Review of Self-Compassion as an Active Ingredient in the Treatment and Prevention of Anxiety and Depression

Penelitian ini membuktikan bahwa self-compassion berhubungan dengan lebih rendahnya gejala kecemasan an depresi, termasuk pola pikir yang berlebihan.

https://www.scirp.org/journal/paperinformation?paperid=98184&utm_source
=======================================================================

4. Koneksi Dengan Tubuh

Pemikiran yang berlebihan muncul di dalam pikiran, namun penyelesaian yang efektif sering kali dapat ditemukan melalui fisik. Cobalah melakukan hal-hal sederhana seperti " Stretching ringan, berjalan kaki dengan santai, dan rasakan sensasi tubuh Ketika duduk atau berdiri ".

5. Batasi Informasi

Keterpaparan informasi yang berlebihan bisa memperburuk pemikiran berlebihan. Proses penyembuhan diri juga mencakup penetapan batasan yang baik, seperti pada penggunaan media sosial dan berita. Sebuah studi dalam Computers in Human Behavior mengindikasikan bahwa terpapar terlalu banyak informasi berhubungan dengan meningkatnya kecemasan dan keletihan mental.

Ingat! Self Healing Bukanlah Proses Instan.

Sangat penting untuk disadari bahwa self healing tidaklah merupakan cara yang segera memberikan hasil. Ini adalah langkah yang perlu diulang dan memerlukan ketekunan. Akan ada saat-saat ketika pikiran berlebihan kembali datang, dan itu bukanlah suatu kegagalan. Di sinilah letak inti dari self healing: menerima perjalanan ini, bukannya menginginkan kesempurnaan.

Apabila pikiran berlebihan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan tidur yang berkepanjangan, serangan kecemasan, atau menarik diri dari interaksi sosial, maka mendapatkan dukungan dari profesional sangatlah disarankan.

Penutup :

Self Healing ketika terjebak dalam overthinking adalah sebuah perjalanan menuju diri sendiri. Ini bukan tentang melawan pikiran yang ada, melainkan mengenai memahami, menerima, dan menenangkan jiwa yang lelah. Dengan beberapa teknik sederhana seperti pernapasan sadar, menulis jurnal, berbicara pada diri sendiri dengan cara yang lebih positif, dan merasakan tubuh, proses penyembuhan bisa dimulai saat itu juga.

Penelitian dalam psikologi kontemporer dan banyak artikel ilmiah menunjukkan bahwa kesadaran diri merupakan dasar utama bagi kesehatan mental. Pemulihan diri tidak berarti harus selalu merasa "baik-baik saja", tetapi tentang menemukan cara yang lebih sehat untuk menghadapi apapun yang muncul dalam pikiran.

Jika Anda rutin melakukannya, perlahan-lahan overthinking tidak akan lagi mengendalikan hidup Anda, dan pikiran Anda akan kembali menjadi ruang yang lebih tenang dan bersahabat.

Post a Comment

Followers