Penelitian neuroimaging menunjukkan bahwa mPFC aktif ketika seseorang:
Merefleksikan identitas diri
Menilai “apa arti kejadian ini bagi saya”
Membayangkan masa depan yang berkaitan dengan diri sendiri
Temuan Ilmiah
Penelitian yang dilakukan oleh Northoff dan rekan-rekannya pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa mPFC selalu berfungsi saat seseorang memproses data yang berkaitan dengan dirinya.
Jika aktivitas mPFC terlalu dominan maka akan muncul overthinking, Pikiran berbutar pada penilian baru, dan berkaitan dengan depresi ataupun kecemasan.
2. Posterior Cingulate Cortex (PCC)
PCC terletak di bagian tengah belakang otak, di belakang corpus callosum. Ini merupakan salah satu pusat utama dalam DMN.
Fungsi Ilmiah
- Kesadaran Diri ( Self - Awareness )
- Monitoring kondisi internal
- Menghubungan memori dengan perhatian
- Integrasi informasi internal
PCC aktif saat seseorang :
- Tidak fokus pada dunia luar
- Melamun
- Mengingat pengalaman pribadi
- Menghubungkan perasaan dengan pikiran
Raichle et al. (2001) menemukan bahwa PCC adalah salah satu area paling aktif saat otak berada dalam kondisi istirahat sadar (resting state).
3. Precuneus
Precuneus terletak di bagian medial lobus parietal, di depan PCC. Wilayah ini cukup “tersembunyi” tetapi sangat aktif dalam hal metabolisme.
Fungsi Ilmiah
- Kesadaran Diri tingkat Tinggi
- Perspektif oranhg pertama
- Mental Imagery ( Membayangkan diri dalam situasi tertentu )
- Refleksi Eksistensial
Preceneus aktif ketika seseorang :
- Membayangkan diri dimasa lalu atau masa depan
- Merenungkan makna hidup dan keberadaan
Cavanna & Trimble (2006) menyebut precuneus sebagai pusat self-consciousness dan mental simulation.
4. Angular Gyrus
Angular Gyrus berada di pertemuan antara lobus parietal, temporal, dan oksipital. Hal ini menjadikannya sebagai wilayah yang mengintegrasikan berbagai fungsi.
Fungsi Ilmiah
- Pemaknaan Pengalaman
- Bahasa dan Simbol
- Integrasi Makna
Dalam Kontek DMN Angular Gyrus membantu memberikan makna pada memori dan refleksi diri, mengubah pengalaman hidup menjadi cerita yang koheren. Penelitian menunjukkan bahwa angular gyrus aktif ketika seseorang " memahami narasi dan menghubungkan pengalaman emosional dengan makna simbolik "
5. Area Temporal Lobes
Area temporal yang terlibat dalam DMN meliputi:
Hippocampus tidak hanya menyimpan memori saja, akan tetapi Menggabungkan potongan memori menjadi imajinasi masa depan, dan mengonstruksi ulang pengalaman.
Schacter et al. (2007) mengungkapkan bahwa ingatan tentang kejadian di masa lalu dan perkiraan mengenai masa depan melibatkan area otak yang serupa, khususnya hippocampus dan DMN.
Bagaimana Semua Are ini membentuk DMN ?
Contoh :
Anda duduk sendirian di sore hari. Tidak sedang bekerja, tidak memegang ponsel. Tubuh diam.
Tiba-tiba pikiran melayang ke satu kenangan: “Dulu saya pernah gagal di momen itu…”
Secara Kasat mata ini yang dinamakan " melamun ", namun dari segi ilimiah, ini adalah DMN yang sedang aktif penuh. Mari kita lihat apa yang terjadi di otak, tahap demi tahap.
1. Area Temporal Lobes ( Hippocampus ) :
Mengambil file memori, Hippocampus di lobus temporal mengambil satu memori lama — misalnya kegagalan di masa lalu. Perannya adalah :
Mengaktifkan autobiographical memory
Menghadirkan ulang suasana, wajah, kata-kata, dan emosi
Tanpa Hippocampus, kenangan itu tidak akan muncul.
2. Precuneus
Precuneus membuat Anda merasakan diri Anda hadir kembali di momen tersebut. anda buka sekedar ingat, akan tetapi melihat diri sendiri di situasi itu, dan merasakan emosi saat kejadian
Perannya : Perspektif orang pertama dan mental imagery. Inilah alasan kenapa kenangan itu hidup, bukan hanya sekedar data.
3. Posterior Cingulate Cortex (PCC)
PCC menjaga perhatian Anda tetap berada di dunia batin, bukan ke suara luar atau lingkungan sekitar. walaupun ada suara diluar, pikiran tetap tenggelam dan fokus tertarik kedalam diri.
Perannya : Mengikat memori dan kesadaran internal, sekaligus menjadi jangkar DMN. tanpa PCC perhatian anda akan cepat kembali ke dunia luar.
4. Medial Prefrontal Cortex (mPFC)
mPFC mulai menilai kenangan tersebut secara personal:
- Kenapa saya dulu seperti itu ?
- Apakah ini kesalahan saya ?
- Apa arti kejadian itu tentang diri saya ?
Perannya : Self - evaluation, Penilian emosi, dan Narasi identitas diri. inilah titik awal overthinking jika tidak disadari.
5. Angular gyrus
Angular gyrus menyusun semua potongan tadi menjadi cerita utuh:
“Kegagalan itu membuat saya seperti sekarang.” “Itu bukti bahwa saya tidak cukup baik.”
Perannya : Menggabungkan memori, emosi dan penilaian, membentuk makna dan narasi hidup
Mengapa DMN Penting ?
DMN memiliki peranan krusial dalam pembentukan narasi diri kita, cara kita membangun identitas melalui kenangan dan tujuan yang akan datang. Ini menjadikannya elemen dari Self - referential processing, yaitu sebuah proses mental yang memperhitungkan pengalaman pribadi dan aspek internal.
2. Peran dalam mental Health
Studi dalam bidang neuropsikiatri mengindikasikan bahwa masalah pada DMN berkaitan dengan berbagai gangguan medis, seperti:
- Depresi mayor : aktivitas DMN berlebih dapat memicu ruminasi dan pikiran negatif otomatis.
- Kecemasan : pola konektivitas DMN yang abnormal sering ditemukan pada gangguan cemas.
- Alzheimer dan Parkinson : perubahan dalam konektivitas DMN berkaitan dengan gejala kognitif.
Post a Comment